Menjelajahi Lantau Island – HONGKONG

Pada hari kedua setelah menginjakan kaki di Hongkong, kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke Lantau Island. Dari hotel kami yang terletak di Causeway Bay, kami berjalan menuju stasiun MTR. Lalu mengambil jalur menuju stasiun MTR Central dan dilanjutkan dengan menganti jalur MTR menuju stasiun MTR Tung Chung.

IMG_8403.JPG
Suasana di dalam MTR menuju stasiun Tung Chung

Dari stasiun MTR Tung Chung kami berjalan menuju cable car.  Tiket untuk naik cable car pergi dan pulang  HK$ 185 (sekitar 333 rb). Kami sempat ditawari jasa tur keliling Lantau Island, tapi kami memutuskan untuk mengikuti rute-rute yang sudah kami rencanakan.

IMG_8424
Loket pembelian karcis cable car

Kami pun naik cable car setelah cukup lama mengantri. Bulan Desember suhu sangat dingin yaitu bias mencapai 8 derajat celcius dan kami pun mengigil kedinginan. Semakin naik keatas, angin bertiup semakin kencang.Walaupun kami sudah memakai tiga lapis pakaian pun tetap meraa dingin. Pemandangan dari cable car sangat keren. Bagi kalian hiker sejati, tempat ini sangat cocok untuk hiking. Saya pun berniat untuk datang kesini lagi pada musim panas dan berencana untuk hiking. Kami naik cukup tinggi hingga kami sampai di Ngong Ping Village. Perjalanan cable car ini memakan waktu sekitar 20 menit.

IMG_8448.JPG
Pemandangan dari cable car

Bagitu sampai di Ngong Ping Village Suasana natal sangat terasa disini, karena semua bangunan dihias dengan hiasan natal. Disini terdapat toko souvenir yang unik-unik, restoran dan dll. Ngong Ping Village memiliki tema Hello Kitty sehingga banyak patung-patung Hello Kitty yang bisa kita jumpai disini.

IMG_8460.JPG

IMG_8652.jpg
Hello Kitty Christmas edition
IMG_8468.JPG
Ngong Ping Village, dari sini kita dapat melihat Tian Tan Buddha
IMG_8476.JPG
Stage 360 (pertunjukan  silat)
IMG_8638.JPG
Lucu yaaa kucingnya :3

Setelah Ngong Ping Village, kami berjalan menuju Tian Tan Buddha. Kira-kira memakan waktu 30 menit dari Ngong Ping Village untuk sampai di bawah tangga The Giant Buddha. Terdapat 268 tangga menuju keatas. Tian Tan Buddha ini memiliki tinggi 34 meter dan memiliki berat 250 ton, wah kebayang kan sebesar apa. Setelah sampai diatas, kami melihat-lihat sambil berfoto-foto. Tempat ini selalu penuh dengan turis-turis mancanegara, maka kalian harus bersabar untuk berfoto di depan Tian Tan Buddha ini. Dari artikel yang saya baca, banyak tokoh terkenal yang menjadi donatur pembangunan Tian Tan Buddha yang katanya membutuhkan waktu 12 tahun untuk membuatnya.

IMG_8506.JPG
268 tangga menuju Tian Tan Buddha

IMG_8515.JPG

Setelah menuruni tangga dari Tian Tan Buddha, kami berjalan menunggu Po Lin Monastery. Po Lin Monastery ini sangat indah dan megah dengan pepohonan yang rindang di sekitar Monastery. Karena sudah waktunya makan siang, kami pun pergi ke Kantin dan membeli makanan. Makanan yang dijual disini semuanya vegetarian, kami membeli bihun goreng, kembang tahu dan kue- kue kecil. Makanan disini termasuk murah loh! Dengan harga bihun goreng hanya HK$ 10 (sekitar 18 rb) dan kue seharga HK$ 5 (sekitar 9 rb). Setelah perut ini sudah kenyang, kami sembahyang di Po Lin Monastery.

IMG_8540
Po Lin Monastery

 

IMG_8547

Ada tempat yang saya bikin saya penasaran dan ingin sekali saya kunjungi , yaitu The Wisdom Path. The Wisdom path adalah tempat dimana terdapat Sutra Buddha yang ditulis di Pohon-pohon yang kalau dilihat dari atas akan membentuk bentuk infinity. Tanpa menunda-nunda waktu, kami pun mulai masuk hutan menuju The Wisdom Path. Saya sangat menyukai suasana disini, begitu hijau dan bersih. Kami pun tak lupa untuk mengabadikan kenangan ini dalam foto.

IMG_8557.JPG
Masuk ke hutan menuju The Wisdom Path

Kira-kira membutuhkan waktu 30 menit berjalan untuk sampai ke Wisdom Path. Ternyata The Wisdom Path sekeren yang saya lihat di buku. Kami pun berjalan mengelilingi bentuk infinity. Jika kalian suka hiking, tepat di sebelah The Wisdom Path ini merupakan garis start jalur hiking. Kami ingin sekali tapi sayangnya ini musim dingin dan kami tidak ingin sakit flu karena hiking.

IMG_8608.JPG
The Wisdom Path, bila dilihat dari atas akan berbentuk infinity
IMG_8599
Ukiran Sutra Buddha dalam kayu-kayu yang berurutan
IMG_8575
Garis start untuk hiking

Kami pun duduk menikmati pemandangan disini, menikmati udara yang dingin dengan sinar matahari yang bersinar menghangatkan tubuh. Kalau dipikir-pikir mengenai moment itu saya rasanya pingin balik lagi kesana:( Setelah itu, kami pun kembali ke Ngong Ping Village dan Pulang menaiki cable care. Kami melanjutkan perjalanan ke Hollywood Road.

 

 

 

 

Tai Fu Tai Mansion – HONGKONG

Pada bulan Desember 2015 lalu, Saya sekeluarga memutuskan untuk jalan-jalan dengan rute Hongkong – Malaka – Singapore. Namun yang beda kali ini adalah kami tidak memakai jasa tur melainkan pergi sendiri. Terinspisari dari buku “ The Naked Traveler ” kami pun merencanakan perjalanan dan memilih tempat-tempat yang akan dikunjungi.

Selama perjalanan di Hongkong selama 7 hari, ada hal-hal yang tak terlupakan. Nah, salah satunya ini nih!

Jadi waktu itu kami memutuskan untuk pergi ke daerah pinggiran Hongkong dan memutuskan untuk mengunjungi Tai Fu Tai Mansion. Kami menginap di Hotel Regal di Causeway Bay, dimana katanya daerah itu memang ga pernah sepi. Kami mulai naik MTR dari Stasiun Causeway Bay sampai Stasuin Sheng Hui. Perjalanan kami lumayan lama dan kami harus ganti MTR sebanyak 3 kali. Pemandangan dari MTR selalu sama, yaitu apartemen apartemen dan apartemen. Karena lahan di Hongkong mahal, banyak orang memilih untuk tinggal di apartemen yang ukurannya pun sempit-sempit.

metro.jpg
Peta MTR di Hongkong. Kami memulai perjalanan dari Stasiun Causeway Bay sampai Stasiun Sheng Hui.

Begitu kami sampai di Sheng Hui, kami harus menyebrang dari stasiun dan mengambil bus 76K. Memang suasanan di San Tin ini terasa begitu damai dibanding dengan Causeway Bay yang terkenal dengan daerah metropolitan. Disini banyak orang tua yang bersepeda dan kami melewati beberapa sekolah di sana. Bus di Hongkong umumnya bertingkat dua, sehingga sering kali kami duduk di tingkat atas dan menikmati pemandangan dari atas.

IMG_8314.JPG
Pemandangan saat kami turun dari bus 76K.

Di buku panduan, kami harus berhenti di San tin dan menemukan kantor pos lalu berjalan mengikuti petunjuk jalan yang ada. Kami turun di halte terkahir dan kami seperti berada di pedesaan dimana kami dikelilingi pepohonan rindang. Angin yang sangat sejuk ditambah suasana yang seperti ini, mengingatnya saya pada saat live in di Yogyakarta dulu. Lalu kami berusaha menemukan kantor pos lalu berjalan menuju Tai Fu Tai Mansion. Sebenarnya kami cukup kaget karena kami pikir Tai Fu Tai Mansion ramai pengunjung, namun fakta nya tidak ada seorang pun yang di dalam selain petugas. Tadinya kami pikir kami salah tempat, tapi kami langsung tahu ini benar karena petugasnya menghampiri kami.

IMG_8320.JPG
Tai Fu Tai Mansion

Petugas mansion ini begitu friendly . Dia menjelaskan panjang lembar mengenai sejarah rumah ini. Pemilik rumah ini adalah Man Chung Luen, seorang pedagang kaya di abad ke-18. Uniknya rumah ini memiliki ornamen-ornamen yang sangat detail. Konon dulu seorang pria bisa memiliki banyak istri, Sehingga sisi kiri dan kanan rumah ditinggali oleh istri yang berbeda dengan anak laki-laki tidur dibawah dan perempuan diatas. Dapurnya pun sangat tradisional, masih terbuat dari tanah liat. Kamar pembantu berada di bagian samping rumah berdekatan dengan dapur. Rumah ini memiliki sederatan kamar mandi di bagian kanan rumah ini.

IMG_8344.JPG
Kamar yang ditempati anak-anak lelaki
IMG_8336.JPG
Tampak rumah begitu masuk Tai Fu Tai Mansion
IMG_8340.JPG
Bagian rumah ini untuk menampung air hujan. Di sisi kiri atas terdapat patung ikan untuk menyalurkan air hujan ke tempat ini.
IMG_8341.JPG
Melihat proses renovasi Mansion mulai dari perbaikan-perbaikan kecil dan mengecat kembali sesuai warna aslinya

Setelah puas melihat-lihat, kami diajak ke halaman depan. Mansion ini memiliki halaman yang cukup luas. Petugas menyuruh kami untuk melihat patung-patung yang berada di atas tembok luar mansion. Ada sesuatu yang unik, yaitu patung-patung orang yang berada diatas sana hamper semuanya tidak memiliki kepala. Petugas pun menjelaskan bahwa ternyata zaman dulu anak-anak suka iseng, mereka suka lempar batu dengan sasaran kepala patung-patung itu.

IMG_8364
Walaupun kurang begitu jelas, namun kita bisa menemukan ada banyak patung tanpa kepala akibat ulah anak-anak yang iseng.

Kami pun diajak ke ruangan remang-remang yang dulunya merupakan kandang hewan-hewan. Dulu orang-orang kaya memiliki kandang untuk memelihara ayam, babi, dll yang nantinya akan dipotong dan dihidangkan. Terdapat tempat untuk memotong hewan di sisi lain dari kandang ini.Saya tidak tahan berada di kandang ini karena saya merasakan sesuatu yang tidak enak dan udaranya pun sangat lembab.

IMG_8372
Suasana di kandang hewan

Selama di Hongkong, saya selalu melihat orang-orang dengan wajah yang datar dan hemat senyum. Namun petugas mansion ini sangat baik dan juga senyum, Bahasa inggrisnya pun lumayan bagus. Kami sempat berkenalan namun saya lupa namanya. Jujur saja, saya kasihan melihat dia harus menjaga Mansion ini seharian dengan keadaan yang sepi di dalam bangunan yang tua. Kalau saya jadi dia, pasti saya sudah tidak tahan karena saya sangat penakut. Pak petugas bilang kalau dia menyukai pekerjaan ini karena bisa menjelaskan hal-hal mengenai mansion ini kepada orang-orang dan juga dapat berkenalan dengan orang-orang baru. JIA YOU pak petugas!!

IMG_8363
Foto bersama dulu sama Pak Petugas (paling kiri) 🙂

Mengunjungi Tai Fu Tai mansion ini adalah pilihan yang tepat. Selain dapat merasakan damainya suasana pedesaan, kami juga belajar tentang sesuatu yang baru dan menarik. Menurut kami itulah arti sesungguhnya dari traveling.

TAI FU TAI MANSION : MISSION COMPLETED